WELCOME TO JIHAD ISLAND
Kamis, 11 Maret 2010
Pemalang - Di tengah prosesi pemakaman, pelayat Dulmatin tercengang. Beberapa kali, awan seolah membentuk lafal Allah.
Iring-iringan pelayat berhenti di perempatan, 100 meter Masjid Besar tempat jenazah disemayamkan, Jumat (12/3/2010). Sejumlah pelayat meneriakkan takbir sambil menunjuk langit.
Di langit, awan membentuk lafal Allah. Jelas dan cukup besar. Warga yang menyaksikan itu tampak sangat tercengang. Mereka turut menunjuk langit demi menarik perhatian warga lainnya.
Dalam hitungan detik, awan itu bergeser dan tak membentuk apa pun. Iring-iringan jenazah pun melanjutkan perjalanan ke Makam Dowo, Desa Loning, Petarukan.
Lafal Allah kembali muncul saat jenasah hendak dimasukkan ke liang lahat. Tapi pelayat tak sekaget seperti sebelumnya. Lalu, ketika prosesi pemakaman usai, di langit juga terlihat awan yang membentuk huruf Allah. Kali ini, sebagian pelayat
"Allahu Akbar," teriak simpatisan Dulmatin berulang kali sambil menunjuk langit di arah tenggara itu. Warga yang hadir, ikut menunjuk langit dengan mimik seperti tak percaya.
(try/djo)
http://www.detiknews.com/read/2010/03/12/110408/1316950/10/pelayat-dulmatin-heboh-lihat-lafal-allah-di-langit
KAROMAH ALLOH SWT PADA ASY SYAHID DULMATIN ROHIMAHULLOH
"Dileher As Syahid Insya Allah Dulmatin ada bekas jeratan tali, telunjuk kanan beliau terjulur layaknya orang yang sedang bertasyahud dalam sholat, jasadnya lemas tidak kaku, dan darahnya terus mengalir layaknya orang yang baru meninggal".
Rabu, 10 Maret 2010
Wanita-wanita MILITANT!!!

Ummu Sulaim mengikat pinggangnya dengan kain burdahnya, yang ia sedang mengandung Abdulloh bin Abu Tholhah, dan menaiki onta milik Abu Tholhah. Ia khawatir terlempar dari ontanya, untuk itu, ia mendekatkan kepala unta kepadanya dan masukkan tangannya ke gelang di sisi hidung onta. Rosululloh SAW bersabda kepada Ummu Sulaim, “Hai, Ummu Sulaim.” Ummu Sulaim berkata, “Ayah dan ibuku menjadi tebusanmu wahai Rosululloh! Aku akan membunuh mereka yang melarikan diri darimu sebagaimana engkau membunuh orang-orang yang memerangimu, karena mereka layak mendapatkannya.” Rosululloh SAW bersabda, “Bukanlah Alloh sudah cukup, wahai Ummu Sulaim?”
Ketika itu, Ummu Sulaim hanya membawa pisau. Abu Tholhah berkata kepada Ummu Sulaim. “Kenapa engkau membawa pisau seperti ini, hai Ummu Sulaim?” Ummu Sulaim menjawab, “Pisau ini sengaja aku bawa. Jika salah seorang kaum musyrikin mendekat kepadaku, aku akan menikamnya dengan pisau ini.” Abu Tholhah berkata, “Wahai Rosululloh, tidakkah engkau dengar apa yang dikatakan Ummu Sulaim Ar Rumaisha?”
Tidakkah engkau mendengar wahai para muslimat!
Dinukil dari kitab Siroh Ibnu Hisyam hal. 416.
• Shofiyyah binti Abdul Mutholib
Ibnu Ishaq berkata, “Yahya bin Abbad bin Abdulloh bin Az Zubair berkata kepadaku dari ayahnya yaitu Abbad yang berkata bahwa Shofiyyah binti Abdul Muthollib ra berada di benteng tinggi milik Hasan bin Tsabit. Shofiyyah binti Abdul Mutholib berkata, ‘Hassan bin Tsabit berada di benteng tersebut bersama para wanita dan anak-anak. Tiba-tiba salah seorang Yahudi berjalan melewati kami mengelilingi benteng. Bani Quroidhoh telah mengumumkan perang dan membatalkan perjanjian dengan Rosululloh SAW. Tidak ada seorangpun yang bisa melindungi kami dari mereka, karena Rosululloh SAW dan kaum muslimin sedang menghadapi musuh hingga tidak bisa pergi ke tempat kami jika seseorang datang menyerang kami. Aku berkata, “Hai Hassan, orang Yahudi ini seperti engkau lihat mengelilingi benteng. Demi Alloh, aku khawatir ia menyebarkan aurat kita kepada orang-orang Yahudi di belakang kita. Rosululloh SAW dan sahabat-sahabatnya sibuk hingga tidak bisa mengurusi kita, oleh Karena itu, turunlah engkau kepadanya dan bunuhlah dia!” Hassan bin Tsabit berkata, “Semoga Alloh mengampuni dosa-dosamu, hai anak Abdul Muthollib, demi Alloh, engkau tahu bahwa aku tidak ahli untuk tugas tersebut.” Ketika Hassan bin Tsabit berkata seperti itu dan aku tidak melihat sesuatu padanya, aku mengencangkan kainku, kemudian mengambil tongkat besi. Setelah itu, aku turun dari benteng menuju orang yahudi tersebut dan memukulnya dengan tongkat besiku hingga tewas. Setelah membunuhnya aku naik ke atas benteng dan berkata kepada Hassan bin Tsabit, “Hai Hassan, turunlah engkau ke jenazah orang Yahudi tersebut, kemudian ambillah apa yang dikenakannya, karena tidak ada yang menghalangiku untuk mengambil apa yang ia kenakannya, melainkan ia orang laki-laki.” Hassan bin Tsabit berkata, “Aku tidak butuh untuk mengabil barang-barangnya, hai putri Abdul Mutholib.”
Kesabaran Shofiyyah
Ibnu Ishaq berkata, “Shofiyyah binti Abdul Mutholib – seperti dikatakan kepadaku – datang untuk melihat Hamzah bin Abdul Mutholib, saudara sekandungnya. Rosululloh SAW bersabda kepada anak Shofiyyah, Az Zubair bin Awwam, “Temui ibumu dan suruh dia pulang agar tidak melihat apa yang terjadi pada saudaranya.” Az Zubair bin Al Awwam berkata kepada ibunya, Shofiyyah, “Ibu, sesungguhnya Rosululloh SAW menyuruhmu pulang.” Shofiyyah berkata, “Kenapa Rosululloh SAW menyuruhku pulang, padahal aku mendapat informasi bahwa saudaraku dicincang-cincang dan itu terjadi di jalan Alloh? Tidak ada yang melegakanku selain itu. Aku pasti mengharap pahala Alloh dan pasti bersabar insyaAlloh.” Az Zubair bin Al Awwam menghadap Rosululloh SAW dan menceritakan hasil pertemuan dengan ibunya, kemudian beliau bersabda, “Biarkan dia!” Shofiyyah pun datang ke jenasah saudaranya, Hamzah bin Abdul Mutholib, kemudian melihat, menyolatinya, istirja’ (mengucapkan inna lillahi wa inna ilahi rojiun), dan memintakan ampun untuknya. Setelah itu Rosululloh SAW memerintahkan pemakaman jenazah Hamzah bin Abdul Mutholib.” (Siroh ibnu Hisyam II/62)
• Seorang wanita dari Bani Ghiffar.
Ibnu Ishaq mengatakan, bahwa Sulaiman bin Suhaim berkata kepadanya dari Umaiyyah binti Abu Ash Shalt dari seorang wanita dari Bani Ghifar yang berkata, “Aku datang kepada Rosululloh bersama rombongan wanita dari Bani Ghifar dan berkata, “Wahai Rosululloh, kami ingin keluar bersamamu ke tempat yang engkau tuju – ketika beliau sedang berangkat ke Khoibar -, agar kami bisa mengobati orang-orang yang terluka dan membantu kaum muslimin semampu kami.” Rosululloh SAW bersabda,”Dengan berkah Alloh, silahkan.” Kami pun berangkat bersama beliau. Ketika itu, aku gadis yang baru menginjak usia dewasa. Rosululloh SAW menempatkanku di kantong pelana kudanya. Demi Alloh beliau turun dari unta hingga waktu subuh dan menghentikan untanya. Aku pun turun dari kantong pelana unta beliau ternyata di dalamnya terdapat darah. Itulah darah haidku yang pertama kali. Aku melompat ke arah unta dan merasa malu. Ketika beliau melihatku dan melihat darah, beliau bersabda, “apa yang terjadi denganmu, barangkali engkau baru haid?” Aku menjawab, “Ya.” Beliau bersabda, “Perbaikilah dirimu, ambillah tempat air, masukkan garam ke dalamnya, besihkan kantong pelana unta yang terkena darah dengan air tersebut, kemudian kembalilah ke kendaraanmu.” Ketika Rosululloh SAW berhasil menaklukkan Khoibar, beliau memberi kami sedikit dari harta fay’I, mengambil kalung yang kalian lihat dileherku ini, memberikannya kepadaku, dan memasangkannya ke leherku. Demi Alloh kalung ini tidak berpisah denganku selama-lamanya.” (Siroh Ibnu Hisyam II/311).
• Seorang wanita dari Bani Dinar.
Ibnu Ishaq berkata, “Abdul Wahid bin Abu Aun berkata kepadaku dari Ismail bin Muhammad bin Sa’ad bin Abu Waqqosh yang berkata, “Rosululloh SAW berjalan melewati seorang wanita Bani Dinar yang kehilangan suami, saudara dan ayahnya di perang Uhud. Ketika kesyahidan ketiganya disampaikan kepadanya, ia berkata, “Bagaimana dengan kabar Rosululloh SAW?” Para sahabat berkata. “Beliau baik-baik saja, hai ibu si Fulan. Beliau alhamdulillah seperti yang engkau inginkan.” Wanita dari Bani Dinar tersebut berkata, “Perlihatkan Rosululloh SAW agar aku bisa melihat beliau!” wanita tersebut pun dibawa kepada Rosululloh SAW. Sesudah melihatnya, ia berkata, “Semua musibah sesudahmu itu kecil tidak ada artinya.”.
(Siroh Ibnu Hisyam II/65).
Seorang wanita kalangan bani Abdud Daar ketika sampai kepadanya kabar kesyahidan suaminya dan saudaranya serta bapaknya, lalu dia berkata: “Apa yang terjadi dengan Rosululloh SAW?” Mereka berkata: “Dia baik-baik saja”. Wanita tersebut berkata: “Setiap musibah selain pada dirimu wahai Rosululloh SAW adalah kecil” artinya “remeh dan sepele”.
• Rubai’ binti Muawwidz
Telah disebutkan di dalam hadits shohih dari Nabi SAW, yang diriwayatkan oleh Al Bukhori dari Rubai’ binti Muawwidz ra dia berkata: “Kami berperang bersama Nabi SAW, kami memberi minum para prajurit dan membantu mereka, mengembalikan yang terluka dan yang terbunuh ke Madinah”.
• Asma’ binti Abu Bakar
Ibnu Ishaq berkata, “Tak ketinggalan, Asma binti Abû Bakr rodliyallohu ‘anha. juga mengirim makanan yang dibutuhkan oleh keduanya di waktu sore. Asma berkata, ‘Ketika Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam keluar bersama Abû Bakar, kami didatangi oleh beberapa orang Quraisy, di antara mereka ada Abû Jahal bin Hisyâm, mereka berdiri di depan pintu rumah Abû Bakar, maka aku keluar menemui mereka. Mereka berkata, “Di mana ayahmu, hai putri Abû Bakar?” aku katakan, “Demi Alloh saya tidak tahu di mana ayahku?” Asma melanjutkan, ‘Lalu Abû Jahal mengangkat tangannya — padahal dia adalah orang yang jahat lagi bengis — lantas ia tampar pipiku hingga anting-antingku terlempar, baru kemudian mereka pergi.
Ibnu Ishaq berkata, telah menceritakan kepadaku Yahya bin Abbâd bin ‘Abdullôh bin Zubair bahwa ayahnya bercerita tentang neneknya, Asma, ia berkata: “Tatkala Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam keluar bersama Abû Bakar, Abû Bakar membawa seluruh hartanya yang berjumlah lima ribu atau enam ribu dirham, ia pergi dengan membawa semua harta tadi. Asma melanjutkan, “Kemudian kakekku, Abû Quhafah masuk menemui kami, saat itu beliau sudah buta, ia mengatakan, ‘Demi Alloh, sungguh aku melihat Abû Bakar telah membuat kalian sedih dengan harta dan diri yang ia bawa.” Aku menimpali, “Sama sekali tidak wahai Abah! Beliau justeru telah meninggalkan kebaikan yang banyak bagi kita.” Asma berkata lagi, “Kemudian aku mengambil banyak batu lalu kutaruh di dalam sebuah kantong di dalam rumah yang biasa ayahku menaruh hartanya, kemudian aku letakkan kain di atasnya dan kutarik tangan kakekku, aku katakan, “Hai abah, letakkan tanganmu di atas harta ini.” Asma melanjutkan, “Maka iapun meletakkan tangannya di atasnya lalu berkata, “Tidak apa-apa, kalau ia meninggalkan harta seperti ini buat kalian, berarti ia telah berbuat baik dan ini cukup bagi kalian.” Padahal, demi Alloh, ayahku tidak meninggalkan apa-apa buat kami, tapi saya hanya ingin menenangkan orang tua ini.
‘Aisyah berkata: Dan kami mempersiapkan keduanya dengan persiapan yang paling cepat, dan kami letakkan rangsum makanan untuk keduanya di dalam sebuah kantong kulit. Lalu Asma’ binti Abi Bakar memotong ikat pinggangnya kemudian ia ikat kantong kulit tersebut dengannya. Lalu Asma’ bin ti Abi Bakar memotong ikat penggangnya lagi untuk ia jadikan tali pada mulut geriba (tempat air / susu yang terbuat dari kulit). Oleh karena itulah Asma’ binti Abi Bakar dijuluki dengan Dzatun Nithoqoin (yang memiliki dua ikat pinggang).
http://annajahsolo.wordpress.com/2010/02/28/wanita-wanita-militan%E2%80%A6/
RISALAH DARI BALIK JERUJI BESI (Ujian Itu Pasti, Sabar Itu Pilihan)
Kepada:
Para Mujahid dan Mujahidah serta saudara-saudaraku yang ku cintai karena Allah di bumi Indonesia.
بسم الله الرحمن الرحيم
UJIAN ITU PASTI, SABAR ITU PILIHAN
“Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali apa yang Engkau jadikan mudah dan Engkau jadikan kesedihan itu kemudahan jika Engkau berkehendak.”
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Saudara/Saudari, Ikhwani wa Akhwati Rakhimahullah…
Semoga Allah senantiasa memberiku kekuatan berupa keistiqamahan dan kesabaran dalam perjuangan Dakwah dan Jihad ini. Rapatkanlah barisan, bersatulah dalam barisan panji “LaailahaillAllah”, dan perangilah orang-orang yang memerangi Islam dengan segala kekuatan yang kalian mampui, melalui sarana apapun, fisik, media, harta, dan lain-lain hingga Dien (Islam) ini dan hanya milik Allah semata.
Usah kau ragu dalam memilih jalan terbaik ini, karena siapapun yang berdiri tegak di garis paling depan dalam menegakkan agama Allah ini, insyaAllah ia akan meraih kemuliaan di dunia dan syurga yang abadi di akhirat sana. Jika kalian mundur dan takut untuk mempertaruhkan jiwa dan raga kalian untuk Allah, usah bermimpi untuk mendapat kehidupan yang mulia atau mati syahid. Oleh itu, bertaqwalah kepada Allah, Syurga itu benar adanya, dan Neraka itu juga benar adanya. Raihlah Syurga Allah dengan berjihad membela agama-Nya. Janganlah kau bersedih dan janganlah pula kau takut, sesungguhnya Allah senantiasa bersama orang-orang yang beriman dan berjihad di jalan-Nya.
Hidup yang sementara ini jangan kau pergunakan untuk main-main. Umur kita tidak akan lama, kematian segera menghampiri kita, kalu kenapa kita masih saja lalai dan takut dalam membela agama Allah? Mengapa kita tidak yakin dengan adanya Allah disamping kita? Mengapa selalu saja kita ragu akan kekuasaan Allah atas segala hal di dunia ini? Hasbunallah wa nikmal wakil…
Ikhwani wa Akhwati Fillah…
Jujur saja saudaraku, tanpa Iman dan Taqwa, ku juga goyah dan rasa terguncang dengan ujian dan segala hal yang telah Dia berikan, dari kesulitan menghadapi segala tuduhan-tuduhan dan fitnah yang telah direkayasa oleh para thaghut-thaghut laknatullah ‘alaihim ajma’in ini, kadang membuatku merasa marah dengan mereka, namun disaat semua tuduhan dan rekayasa yang mereka lemparkan kepadaku, ku anggap angin lalu dan ku letakkan seluruh jiwa-ragaku kepada Allah, maka hanya ketenagan dan keindahan dalam kesabaran sajalah yang ku nikmati, Alhamdulillah…
Renungkan hadits Qudsi ini, sungguh indah sekali,
ابن آدم خلقتك لنفسي فلا تلعب و تكفلت برزقك فلا تتعب ، ابن آدم اطلبني تجدني ، فإن و جدتني و جدت كلّ شيء ، و إن فُتَّك فاتك كلّ شيء ، و أنا أحب إليك من كلّ شيء من فيض القدير ، شرع الجامع الصغير
Artinya: “Wahai Anak Adam, Aku telah menciptakan engkau untuk beribadah kepada-Ku, maka janganlah engkau bermain-main, Aku telah menjamin rezkimu, maka usahlah engkau bersusah payah. Wahai anak Adam, carilah Aku, maka engkau akan dapatkan Aku, jika engkau telah mendapatkan-Ku, maka engkau telah mendapatkan segala-galanya. Dan jika engkau kehilangan Aku, berarti engkau telah kehilangan segala-galanya. Dan Aku lebih baik bagimu dari segala sesuatu.”
Subhanallah, sungguh indah sekali saudaraku. Hanya kepada Allah-lah kita meminta dan kepada Allah jualah kita kembali.
Ku renungkan hadits Qudsi ini berhari-hari, lalu ku simpulkan bahwa dunia ini tidak ada yang lebih tinggi dan berkuasa kecuali Allah. Lalu ku bertanya kepada diri ini, mengapa harus gundah, sedih dan goyah? Mengapa? Jika kita mendapatkan Allah, maka mita mendapatkan segalanya. AllahuAkbar…!
Saudaraku sekalian yang ku cintai karena Allah…
Ku hanya ingin mengajak kalian untuk terus bersemangat dalam situasi apapun. Apa yang ku dan teman-teman Mujahid yang lain hadapi adalah masih kecil dibanding ujian-ujian para anbiya (Nabi-nabi), sahabat Nabi dan tabi’in-tabi’in, beserta para mujahid-mujahid yang berjuang dibelahan dunia ini.
Berdo’alah agar kami semua tegar dan istiqomah, sehingga kemenagan Islam terus terlihat dan Dienul Islam ini kuat dan kaum Muslimin bersatu dibawah panji “LailahaillAllah”.
Do’akan ku agar dimudahkan Allah atas segalanya, dan dijauhkan dari segala fitnah-fitnah ini.
Hanya Allah sajalah tempatku meminta, Dialah yang berkuasa atas segalanya, sedangkan manusia tidak berfikir! Allahu Akbar..! Wal Izzatu Lillah…
والسلام عليكم ورحمة الله و بركاته
Istana Uzlah, 1 Maret 2010
Saudara kalian,
Prince of Jihad @ M. Jibriel Abdul Rahman
http://freejibriel.blogspot.com/2010/03/ujian-itu-pasti-sabar-itu-pilihan.html
RISALAH BUAT PARA PENUNTUT ILMU

Menurutmu, wahai penuntut ilmu, bagaimana kalau penguasa itu adalah thoghut yang bengis dan mengendalikan manusia dengan kekuatan, menjauhi syariat Allah, dan membantu orang-orang Kristen dalam memerangi kaum muslimin di mana-mana? Mereka juga menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai hukum yang berlaku pada leher-leher manusia serta menghapuskan hukum hudud… dan masih banyak lagi perbuatan murtad dan zindiq lain yang mereka lakukan.Maka, waspadailah mereka. Waspadailah orang yang duduk dengan mereka, baik dari kalangan ulama dan para pejabat-pejabat penguasa, yang telah menajisi ilmunya dengan duduk bersama musuh-musuh Allah. Bahkan ikut serta dengan mereka dalam mengkaburkan berbagai fakta, menyesatkan rakyat dan menghias-hias kebatilan.
RISALAH BUAT PARA PENUNTUT ILMU
Bismillahirrohmaanirrohiim.Segala puji hanya bagi Allah, Rabb semesta alam. Sholawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi kita Muhammad, kepada keluarganya dan para shahabat beliau, serta orang-orang yang mengikuti jejak dan menelusuri tuntunanya hingga hari pembalasan.
Wa ba‘du:
Inilah risalah yang saya tujukan kepada saudara saya penuntut ilmu:
Assalamualaikum wa rahmatullah wa barokatuh…
• Wahai penuntut ilmu, inilah ungkapan dan wasiyat, yang saya tulis sebagai peringatan dan nasehat yang tulus untukmu, serta sebagai penunaian tanggung jawabku nanti. Saya memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla semoga risalah ini sampai kepadamu ketika engkau dalam kondisi mendapatkan nikmat, kesejahteraan dan kesehatan.
• Wahai penuntut ilmu, hati-hatilah jangan sampai niat engkau mencari ilmu syar’I demi meraih jabatan atau tujuan duniawi. Karena telah tsabit dari Nabi Shalallahu ‘alaihi wa salam bahwa beliau bersabda,
“Celakalah hamba dinar, celakalah hamba dirham, celakalah hamba pakaian, celakalah hamba busana, celaka dan amat buruklah ia, dan bila tertusuk duri tidak bisa tercabut lagi…” dst hingga akhir hadits.
dan Allah ‘Azza wa Jalla berfirman:
“Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, Kami penuhi baginya amal usaha mereka di dalamnya dan mereka tidak dirugikan sama sekali.” [QS. Hud: 15]
Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab membuat sebuah bab dalam Kitab At-Tauhid yang berkaitan dengan ayat ini: Bab Termasuk Syirik: Ketika orang Beramal Karena Menginginkan Dunia.
Kemudian, Syaikh Abdurrohman bin Hasan telah menjelaskan bab ini dalam Syarahnya terhadap Kitab At-Tauhid yang berjudul Qurrotu ‘Uyuni `l-Muwahhidin, beliau Rahimahullah berkata: “Contoh dari ini adalah imam-imam masjid, para pengajar, dan mujahidin, yang bekerja dalam rangka memperoleh imbalan dari jihad yang ia lakukan.”Maka, berhati-hatilah dari ini, semoga Alloh memberi aku dan engkau anugerah berupa keikhlasan.
• Wahai pencari ilmu, ketika engkau mencari ilmu, niatkanlah itu untuk menghilangkan kebodohan dari dalam dirimu, sehingga engkau beribadah kepada Allah atas dasar ilmu yang terang. Selanjutnya, niatkan untuk menghilangkan kebodohan dari umat ini, supaya nantinya engkau ajarkan kepada mereka agama Allah ‘Azza wa Jalla.
• Wahai penuntut ilmu, ketahuilah, menghafal Al-Quran memang berpahala dan merupakan satu keutamaan. Akan tetapi, mengamalkannya adalah kewajiban yang harus engkau laksanakan. Sesungguhnya kami melihat beberapa kaum di zaman sekarang, yang menganggap menghafal Al-Quran adalah kewajiban, sementara mengamalkannya adalah keutamaan. Maka, hindarilah sikap seperti ini. Sesungguhnya orang-orang seperti ini telah menihilkan banyak sekali nash-nash syar‘i. Aku ingatkan engkau dengan perkataan seorang shahabat Radiyallahu ‘anhu yang mengatakan: “Kami belajar 10 ayat dari Al-Quran, kami tidak melewatinya sebelum kami memahami dan mengamalkannya.” Sungguh, beruntunglah para shahabat.
• Wahai penuntut ilmu: Hindarilah, sekali lagi hindarilah, hindari betul sikap taklid. Sebab taklid adalah penyakit yang mematikan. Berpeganglah kepada Al-Quran dan sunnah serta pemahaman salafus sholeh, meskipun manusia tidak menerimamu.
Imam Syafi‘i Rahimahullah berkata,
“Para ulama, baik salaf maupun kholaf, sepakat bahwa siapa yang telah mengetahui dengan jelas sebuah sunnah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam, maka ia tidak boleh meninggalkannya lantaran perkataan seseorang.”
• Wahai penuntut ilmu, hindarilah sifat mengkultuskan para tokoh atau mengagung-agungkan mereka. Hendaknya pengagungan terhadap Kitab Allah dan sunnah Rasul-Nya lebih engkau dahulukan daripada orang lain, siapapun dia. Jangan terlalu terpaku dengan nama dan sebutan-sebutan.
• Wahai penuntut ilmu, jauhilah sifat ‘ujub terhadap diri sendiri dan ghurur (besar hati). Sebab itu adalah biang kebinasaan orang-orang sholeh.
• Wahai penuntut ilmu, ketahuilah, tugas paling penting dan kewajiban paling besar adalah tauhid. Maka konsentrasikanlah sebagian besar perhatianmu kepada urusan ini. Pelajari tauhid, baik secara ilmu, amal, dan dakwah. Sebab sebagian besar dakwah panutanmu –Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam— adalah untuk urusan tauhid.
• Wahai penuntut ilmu, bersikap jujurlah kepada saudara-saudaramu sesama pencari ilmu. Sesungguhnya aku telah menyaksikan ada beberapa orang penuntut ilmu yang sudah terbiasa berdusta dan terkenal suka menipu. Kami melihat mereka menghadapi suatu kaum dengan satu wajah, kemudian menghadapi kaum lain dengan wajah yang lain. Mereka mengatakan suatu perkataan kepadamu, lalu mengatakan kepada saudara-saudaramu yang lain dengan perkataan yang berbeda. Di sini ia mendukung, di sana ia mengingkari. Maka, hindarilah mereka, jangan bermajelis dengan mereka, sebab teman duduk itu akan berpengaruh terhadap dirimu.
• Wahai penuntut ilmu, sesungguhnya medan-medan jihad kehilangan orang sepertimu, kamp-kamp tadrib mencari-cari orang macam dirimu. Lantas, di manakah engkau? Kenapa tidak membela orang-orang tertindas?
• Wahai penuntut ilmu, sesungguhnya orang-orang di sekelilingmu melihatmu sebagai tauladan. Maka jangan sampai sikap dudukmu menjadi penghambat mereka untuk berangkat berjihad.
• Wahai penuntut ilmu, hati-hati, janganlah engkau mengemukakan berbagai alasan untuk tidak berjihad yang itu tidak diterima, di mana kalaulah alasan itu diajukan oleh shahabat Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam juga tidak diterima. Bersikap jujurlah engkau, sesungguhnya Allah senantiasa mengawasimu dan mengetahui hal-hal yang tersembunyi.
• Wahai penuntut ilmu, di manakah engkau dari firman Allah ‘Azza wa Jalla:
“Hai orang-orang yang beriman, mengapakah apabila dikatakan kepada kalian: Berangkatlah berperang di jalan Allah, kalian malah merasa berat dan condong ke bumi? Apakah engkau lebih suka kehidupan dunia daripada akhirat? Tidaklah kehidupan dunia dibandingkan akhirat itu kecuali sedikit saja. Jika kalian tidak keluar berperang, Allah akan mengazab kalian dengan azab yang pedih serta mengganti kalian dengan kaum yang lain, dan kalian sama sekali tidak bisa membahayakan mereka. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.” (QS. At-Taubah: 38-39)
Dan firman Allah Subhanahu wa ta’ala:
“Keluarlah berperang, baik dalam keadaan ringan ataupun berat, dan berjihadlah di jalan Allah dengan harta dan nyawa kalian. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui.” (QS. At-Taubah: 41)
• Wahai penuntut ilmu, ketahuilah bahwa keberanian memiliki andil yang besar ketika itu adalah pada diri orang yang berilmu. Maka, jadilah orang yang berani menyatakan kebenaran apa adanya, jangan berkompromi dengan siapapun. Ketahuilah –semoga Allah Subhanahu wa ta’ala senantiasa menjagamu dari apa saja yang tidak menyenangkan—bahwa sekedar menyembunyikan kebenaran dan diam tidak menyampaikannya merupakan perbuatan yang pelakunya mendapat ancaman di sisi Allah. Bahkan ia divonis mendapatkan laknat, La Haula wa La quwwata illaa bil-Lah. Lantas, bagaimanakah dengan orang yang mengucapkan kebatilan?
Dan aku ingatkan engkau dengan firman Allah Subhanahu wa ta’ala:
“Dan ingatlah ketika Alloh mengambil janji dari orang-orang yang diberi kitab: Hendaklah kalian menyampaikannya kepada manusia dan jangan menyembunyikannya. Lantas mereka membuang janji tersebut dan menukarnya dengan harga yang sedikit. Sungguh, teramat buruklah apa yang mereka beli itu.” (QS. Ali Imron: 187)
Kami telah menyaksikan sendiri, orang-orang yang Allah anugerahi ilmu dan hafalan, dan terkenal di kalangan manusia, tetapi mereka terjangkiti sifat pengecut, lemah nyali, dan penakut. Lantas, apa gunanya ilmu jika tidak diamalkan, padahal banyak sekali orang telah tersesat? Sungguh benarlah apa
yang disabdakan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam:
“Sesuatu yang paling kukhawatirkan menimpa kalian adalah, imam-imam yang menyesatkan.”
• Wahai penuntut ilmu, janganlah engkau masuk ke tempat para penguasa. Sebab terdapat hadits shohih dari Nabi kita Shalallahu ‘alaihi wa salam, bahwa beliau bersabda,
“Barangsiapa masuk ke penguasa, maka ia telah tertimpa fitnah.”
Menurutmu, wahai penuntut ilmu, bagaimana kalau penguasa itu adalah thoghut yang bengis dan mengendalikan manusia dengan kekuatan, menjauhi syariat Allah, dan membantu orang-orang Kristen dalam memerangi kaum muslimin di mana-mana? Mereka juga menjadikan undang-undang buatan manusia sebagai hukum yang berlaku pada leher-leher manusia serta menghapuskan hukum hudud… dan masih banyak lagi perbuatan murtad dan zindiq lain yang mereka lakukan.
Maka, waspadailah mereka. Waspadailah orang yang duduk dengan mereka, baik dari kalangan ulama dan para pejabat-pejabat penguasa, yang telah menajisi ilmunya dengan duduk bersama musuh-musuh Allah. Bahkan ikut serta dengan mereka dalam mengkaburkan berbagai fakta, menyesatkan rakyat dan menghias-hias kebatilan.
• Wahai penuntut ilmu, jangan jadi orang-orang yang memperhatikan urusan para pemuda dalam halaqoh-halaqoh, acara-acara liburan, mukhoyyam (camping), atau dauroh-dauroh, tetapi kemudian meracuni pemikiran mereka sehingga mereka tidak mau pergi berjihad di jalan Allah, atau mengakibatkan mereka tidak mau mengatakan kebenaran lantaran suatu alasan atau alasan lain, atau mengakibatkan mereka tidak menyebut orang dzalim: “Hai Dzalim,” atau orang kafir: “Hai kafir.”
Aku nasehati engkau, jika engkau termasuk ketua sekelompok pemuda, kobarkanlah semangat mereka untuk berperang. Baik di sini atau di mana saja. Terangkanlah Islam apa adanya, lalu jelaskan mengapa bisa begitu. Kalau engkau tidak mampu seperti ini, berikan kesempatan orang lain untuk menempati posisimu dan jangan menjadi orang-orang mukhodzil (pelemah semangat) tanpa engkau sadari. Demi Allah, engkau mati dengan mempertanggung jawabkan dirimu sendiri, itu lebih baik daripada engkau mati tetapi akan dimintai pertanggung jawaban tentang para pemuda Islam di hadapan Allah kelak. Baik karena mengkaburkan kebenaran kepada mereka, atau menghalangi mereka dari berjihad. Wa la haula wa la quwwata illa billah.
Aku ingatkan engkau dengan sikap dari suri tauladanmu, Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam, ketika beliau bertawaf di Ka‘bah sendirian, ketika beliau masih dalam kondisi lemah, ketika kaum musyrikin mengejek dan mengolok-olok beliau, beliau mengatakan: “Wahai orang-orang Quraisy, sungguh aku datang kepada kalian dengan sembelih,” Kisah ini ada dalam Musnad Imam Ahmad.
• Wahai penuntut ilmu, secara ringkas saya tegaskan kepadamu: Jika engkau benar-benar meneladani Nabimu, Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salam, dalam setiap hal, engkau terus terang di dalam melakukan dan menerangkannya, maka pasti engkau akan diuji dengan bala’. Bala’ itu turun sesuai dengan kadar keimanan sebagaimana hal itu diberitakan oleh Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam. Allah Subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Apakah manusia mengira akan dibiarkan begitu saja mengatakan: Kami beriman, sementara mereka tidak diuji.” [QS. Al-Ankabut: 2]
Ketahuilah, suatu saat nanti engkau akan dijauhi oleh para penuntut ilmu yang lain, oleh para ulama dan tokoh-tokoh penguasa. Engkau akan dikucilkan, dicaci dan dicela. Engkau akan dikatakan sebagai Khowarij, dan kata-kata semisal yang hari ini dituduhkan kepada para da’I Tauhid yang tertindas. Kalau engkau mengalaminya, bersabarlah. Sesungguhnya dalam kesusahan ada kemudahan, sesungguhnya dalam kesusahan ada kemudahan.
• Wahai penuntut ilmu, waspadailah para Du’at mengajak hidup berdampingan bersama orang-orang kafir. Hati-hatilah terhadap mereka yang mematahkan semangat Jihad lagi kalah di hadapan musuh-musuh Allah. Hati-hatilah dengan mereka. Jangan terpedaya dengan kata-kata manis bercampur racun mematikan yang mereka lontarkan, jangan terpedaya dengan materi-materi pelajaran yang mereka sampaikan, jangan terpedaya dengan orang-orang yang hadir dalam majelis mereka. Hati-hatilah terhadap mereka, sebab minimal kita harus sikapi mereka sebagaimana kita bersikap terhadap ahli bid‘ah. Para salafus sholeh kita telah mengingatkan kita agar menjauhi ahli bid‘ah. Sebagai contoh, bacalah kitab Al-Bida‘ tulisan Ibnu Widhoh.
• Wahai penuntut ilmu, camkan selalu pandanganmu kepada kitab Rabb kita dan terhadap sunnah Nabi kita Shalallahu ‘alaihi wa salam, renungkanlah dengan baik. Sebab dalam keduanya terdapat banyak kebaikan.
• Wahai penuntut ilmu, berusahalah sebisa mungkin untuk mendialogkan berbagai permasalahan dengan ikhwan-ikhwanmu yang lain. Sebab sesungguhnya kemantaban dalam menguasai berbagai persoalan adalah dengan berdialog.
• Wahai penuntut ilmu, tetapkanlah waktu yang engkau khususkan untuk menyendiri dengan Rabbmu, yang di sana engkau membaca kalam-Nya, bermunajat dan berdoa kepada-Nya. Karena doa termasuk ibadah terbesar, sebagaimana terdapat dalam sebuah riwayat shohih dari Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa salam,
“Doa adalah ibadah itu sendiri.”
• Wahai penuntut ilmu, jauhilah ulama suu’, janganlah bermajelis atau berhalaqoh bersama mereka. Karena mereka adalah orang-orang jahat dan sesat. Mereka mengkaburkan agama Islam di hadapan kaum muslimin, Mereka juga menyesatkan masyarakat, dan ikut serta bersama para penguasa [thoghut] dalam menjual tanah air dan tempat suci kaum muslimin.
Ini dia Al-Quds , semenjak 50 tahun lebih berada dalam cengkraman yahudi, apakah yang telah diperbuat para ulama penguasa tersebut? Lihat itu Hai’atu Kibaril Ulama atau Al-Lajnah Ad-Daimah, siapakah yang mendirikannya, siapakah yang memilih dan mengangkat mereka? Sesungguhnya Mereka adalah para penguasa pengkhianat.
• Wahai penuntut ilmu, para ulama yang banyak dijadikan rujukan oleh para pemuda itu, ada yang terang-terangan mengatakan bahwasanya tidak ada permusuhan antara kaum muslimin dengan umat yang lain. Ada juga yang pindah ke negeri orang-orang nashrani untuk mempersatukan anggota parlemen dan di sana disambut oleh wanita-wanita pelacur Eropa, seolah tak terjadi apa-apa. Yang lain berkata: andai orang-orang pergi berjihad maka siapa yang tinggal dan yang menjaga toko-toko. Ada yang lancang bersumpah atas nama Allah ‘Azza wa Jalla seraya berkata: Bahwa siapa yang terbunuh di Afghanistan, tapi ia ke sana tanpa seizin waliyyul khamri –maksudnya pemerintah yang membolehkan beredarnya khomer—, maka ia bukan syahid. Sedangkan Pemimpin dan sesepuh mereka [ mufti saudi-pen] mengatakan bahwa Amerika adalah orang-orang yang tak berdosa. Yang lain mengatakan, mendonor darah kepada orang-orang Amerika adalah boleh hukumnya. Dan yang lain… dan yang lain… dan seterusnya…
Ulama lain, ada yang berlomba-lomba berpose bersama para thoghut setiap pekan.
Sungguh, kami telah mendatangi mereka senior-senior mereka yang juga ulama besar, kami nasehati mereka, kami ajak dialog dan kami berbincang-bincang dengan mereka. Akan tetapi, la haula wa la quwwata illa billah, tidak ada faedahnya.
Oleh karena itu, wahai penuntut ilmu, aku bertanya kepadamu atas nama Allah, apakah ini keadaan ulama Islam, atau ini adalah keadaan para boneka thoghut dan para penjilat penguasa???
Terakhir kalinya, aku memohon kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar menjadikan kalimat-kalimat ini tadi bermanfaat bagi pembacanya, serta menjadikannya diterima di bumi. Aku juga memohon kepada Allah Subhanahu wa ta’ala, agar menganugerahi dirimu ilmu yang terang dan kemampuan untuk mengamalkannya, semoga engkau diberkahi selalu di manapun engkau berada dan Allah menjadikanmu termasuk golongan orang yang menyuarakan Al-Haq.
Sebagai penutup, aku memohon agar Allah memberiku kesyahidan, yang dengan itu Dia akan ridho dan tertawa kepada kita. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan doa, Mahapemurah dan Mahadermawan. Dan doa terakhir kami, Anil hamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji hanya milik Allah, Rabb semesta alam.
Penulis: Syaikh Sulthan Al-Utaybi
Selesai pada malam Jum‘at, 28/ 7/ 1424 H
Penterjemah: Abu Sulaiman
CANTIKKU HANYA UNTUK SUAMIKU
Mempercantik diri bagiku sebagai seorang wanita adalah lumrah, sekalipun Allah telah menciptakan kaumku, Binti Hawa, dalam bentuk yang cantik lagi menarik, yang aku maksud dengan mempercantik diri adalah upaya untuk mempertahankan kecantikanku itu sebagai sebuah anugerah dari sang Maha Kuasa. Tetapi dalam hal ini aku tidak berlebih-lebihan dan memaksakan diri, wajar dan natural saja, aku tidak merasa perlu ke salon karena hal itu perlu ongkos yang kalau disedekahkan akan lebih berguna, atau buat beli jajan anak-anak saja, biar mereka lebih gembira, di samping itu di sana aku tidak merasa aman dari pandangan laki-laki asing, sekalipun salon tersebut katanya adalah salon khusus muslimah, tetapi siapa yang menjamin, aku teringat sebuah sabda Rasulullah saw yang intinya bahwa wanita manapun yang membuka pakaiannya bukan di rumah suaminya maka dia telah mencabik-cabik perlindungan Allah atas dirinya, naudzubillah, aku tidak mau hal itu menimpaku.Aku merasa cukup dengan upayaku sendiri, caraku sendiri yang aku baca dari beberapa majalah wanita Islam atau tabloid, cara-cara alami dan natural dalam merawat kecantikan, misalnya dengan membuat masker dari buah-buahan: bengkoang, mentimun, alpukat dan buah-buah segar lainnya, aku melakukan itu secara berkala untuk untuk menjaga agar kulitku tetap segar, khususnya wajah agar tetap kencang dan menawan. Aku juga rajin membuat jus buah dan meminumnya, plus sayuran hijau yang kata ahli kesehatan bermanfaat bagi tubuh.
Bagiku menjaga kecantikan berarti menjaga kesehatan, mana bisa cantik kalau tidak sehat, ada satu rahasia yang ingin aku bagi kepada sesama Binti Hawa, aku berusaha menjaga kesehatan dengan selalu minum madu secara rutin, hampir tiada hari tanpa minum madu dan alhmadulillah aku tetap sehat, aku teringat sebuah ayat dalam al-Qur`an yang menyatakan bahwa madu adalah kesembuhan, dan aku pun teringat bahwa Rasulullah saw mengajak kaum muslimin untuk mencari kesembuhan pada madu, inilah yang memotivasiku untuk selalu minum madu.
Aku sadar bahwa cantik itu bersih, maka aku berusaha menjaga kebersihan tubuhku dengan mandi mininal pagi dan sore, memperhatikan daerah-daerah kotor dengan menggosoknya sebersih-bersihnya, kebersihan rambut aku jaga setiap dua atau tiga hari sekali, kebersihan mulut aku lakukan dengan berkumur pada saat berwudhu dan sebelum beranjak tidur sekaligus berwudhu dan sesudah bangun dari tidur dengan menggosok gigi. Kedua tangan dan kedua kakiku selalu aku cuci selesai melakukan atau memegang sesuatu, kuku-kuku keduanya tidak luput dari perhatianku, aku tidak suka merawat kuku tangan seperti yang dilakukan oleh sebagian kaumku sehingga ia panjang seperti kuku binatang buas, selain bisa menjadi sarang kuman juga bisa menghalangiku untuk melakukan beberapa aktifitas rumahku seperti mencuci dan lainnya, lebih dari semua itu bahwa yang demikian itu tidak sejalan dengan fitrah yang digariskan oleh Rasulullah saw.
Aku tahu bahwa cantik itu tidak sejalan dengan bau tubuh yang tidak sedap, untuk menjaga ini, selain aku mandi dengan benar secara rutin, aku juga membuang sarang bau tidak sedap pada tubuh, ketiak yang menjadi salah satu biang bau kurang sedap selalu menjadi perhatianku dengan membuang bulu yang tumbuh di sana, sebagai muslimah aku tahu Nabi saw menganjurkan hal itu, terkadang aku memakai satu dua semprotan pengharum badan selesai mandi dan aku yakin tidak akan keluar rumah, tetapi kalau aku yakin akan keluar rumah karena ada hajat untuk itu maka aku tidak memakainya, karena aku tahu agamaku melarangku sebagai wanita untuk meninggalkan rumahnya dalam keadaan tubuh berbau harum, aku tidak mau menjadi pemicu fitnah bagi kaum laki-laki.
Pakaian di rumah juga aku perhatikan, aku tidak boleh memakai baju yang kotor atau berbau apek, sekalipun koleksi baju rumahku tidak banyak, namun aku selalu menjaga agar bajuku tetap segar dan bersih, untuk urusan yang satu ini aku lebih cenderung kepada suami, maksudku pada saat membeli baju rumah, pendapat suamiku adalah nomor satu, jika dia bilang suka maka aku tersenyum mengiyakan, sebaliknya kalau dia tidak suka maka aku pun meninggalkannya, pada saat aku memakai sebuah baju, lalu suamiku memintaku untuk menggantinya dengan baju yang lain, maka aku akan menggantinya sekalipun ia masih bersih, toh tetap bisa dipakai ketika dia tidak rumah, aku tahu ada baju favorit bagi suamiku, dia paling suka kalau aku memakai baju tertentu, maka aku bersuaha sesering mungkin memakainya.
Aku juga tahu bahwa semua itu adalah kecantikan lahir, sekalipun penting namun tidak kalah dengannya adalah kecantikan sisi lain yaitu melalui akhlak mulia dan ilmu agama. Di mana cantiknya pada saat akhlak buruk menghiasi diri: ucapan dusta, ghibah, namimah, hasad, tamak dan akhlak buruk lainnya? Di mana cantiknya sebagai wanita muslimah kalau ternyata tidak mengerti perkara-perkara dasar dalam agamanya? Oleh karena itu aku selalu berusaha untuk menghiasi diri dengan akhlak dan budi pekerti mulia, plus upaya menambah ilmu agama melalu membaca, bertanya dan menghadiri majlis ilmu.
Satu hal yang ingin aku katakan kepada saudari-saudariku, bahwa aku melakukan semua itu adalah demi suamiku dan hanya untuk suamiku, ya cantikku memang hanya untukmu suamiku seorang, aku ingin tulus kepada suamiku, aku tidak ingin membagi sedikit pun dari kecantikanku kepada orang lain karena hal itu tidak patut, aku dan diriku hanya untuknya, maka demikian pula kecantikanku. Aku tidak ingin mengikuti sebagain wanita yang justru ingin terlihat cantik dengan berdandan habis manakala hendak keluar rumah untuk hajat ini dan itu, para wanita yang bersolek bukan untuk suaminya, aku melihat mereka adalah para istri yang tidak tulus kepada suami mereka, karena mereka telah membagi apa yang seharusnya menjadi hak murni suami kepada orang lain, kasihan suami mereka, tetapi bagaimana lagi, yang terjadi justru suami mereka memang mendiamkan atau mengizinkan. Wallahu a’lam.
(Izzudin Karimi)
Selasa, 24 November 2009
Saya adalah TERORIS, FUNDAMENTAL, RADIKAL dan FANATIK AGAMA!
mereka yg membela Mujahidin dan kaum Muslimin,,
mereka yg membela Kesucian Agama dan Kehormatan Umatnya,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG TERORIS!!
mengapa harus menjadi banci bila dicap sebagai TERORIS,, bila pasukan kuffar dgn biadab melakukan tindak keperibinatangan kpd saudara-saudara kita tanpa belas kasihan secara terang-terangan di berbagai belahan dunia,,??!!!
bila yg disebut FUNDAMENTAL adalah,
mereka yg melawan kekafiran berpikir ala liberal,,
mereka yg memusuhi antek-antek dajjal,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG FUNDAMENTAL!!
mengapa harus menjadi pengecut bila dicap sebagai FUNDAMENTAL,, kalau mereka yg idiot saja berani dgn lantang menamakan diri mereka liberal dgn topeng murahan sebagai intelektual gombal bahkan dgn kekafiran berfikirnya dgn lancang menghina ‘ulama, menghina Rosul saw yg mulia bahkan ingin merevisi Alqur-an,,??!!!
bila yg disebut RADIKAL adalah,
mereka yg berani melawan kemunkaran,,
mereka yg siap Jihad Pemikiran sampai turun di medan juang,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG RADIKAL!!
mengapa harus menjadi pecundang bila dicap sebagai RADIKAL,, kalau orang-orang idiot edan dgn congkaknya berani mencetuskan fiqh lintas agama yg terbantahkan secara mutlak dgn logika sehat apalagi dalil-dalil dlm agama,,??!!!
bila yg disebut FANATIK AGAMA adalah,
mereka yg mencintai Alqur-an dan Assunnah,,
mereka yg mencoba belajar dan mengamalkannya,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG FANATIK AGAMA!!
mengapa harus terlalu takut dicap sebagai FANATIK AGAMA,, bila para pendosa dgn bangga menjalani ladang-ladang bisnis kemaksiatan yg cabangnya dimana-mana,,??!!!
maka, inilah saya,,
saya adalah seorang TERORIS, FUNDAMENTAL, RADIKAL dan FANATIK AGAMA!!
ADAKAH YANG SALAH DENGAN SAYA???
