Senin, 26 Januari 2009

Pilih Islam atau Demokrasi??part 1

Bismillahirrahmaanirrahim
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Rahimahullah berkata dalam kitab An-Nubuwwat hal 127,"Islam adalah berserah diri kepada Allah semata,tidak kepada yg lainnya. Dia beribadah hanya kepada Allah dan tidak menyekutukan sesuatu pun dengan-Nya.Dia bertawakkal hanya kepada-Nya,dan hanya kepada-Nya pula dia takut dan berharap.Dia mencintai Allah dengan kecintaan yang sempurna dan tidak mencintai makhluk sebagaimana kecintaannya kepada Allah...Maka sesiapa yang enggan beribadah kepada-Nya,maka bukanlah ia seorang muslim.Dan barangsiapa yang di samping beribadah kepada Allah dia juga beribadah kepada yang lain,dia bukanlah seorang muslim".
Syaikh Muhammad Abdil Wahhab Rahimahullah berkata dalam kitab Ad-Durar halaman 1/323 dan kitab Minhajut Ta'siis,beliau berkata,"Sekedar mengucapkan kalimah syahadat tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntutannya,tidaklah cukup membuat mukallaf tersebut menjadi seorang muslim,dan justru itu menjadi hujjah atasnya..Siapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak di sembah selain Allah,namun ia juga beribadah kepada selain-Nya,maka tidak diterima kesaksiannya tersebut,meskipun dia melaksanakan sholat,zakat,puasa,dan sebagian ajaran Islam lainnya".
Syaikh Abdurrahman Ibnu Muhammad Rahimahullah berkata dalam Al-Qaul Al-Fashl An-Nafiis 31, "Sesungguhnya syirik itu menafikan Islam,menghancurkannya,dan mengurai talinya satu persatu.Ini berdasarkan yang telah dijelaskan bahwa Islam adalah penyerahan wajah,hati,lisan,dan seluruh anggota badan hanya kepada Allah,tidak kepada yang lainnya.Seorang muslim bukanlah orang yang taqlid kepada nenek moyang dan guru-gurunya,dan tidak pula berjalan di belakang mereka tanpa petunjuk dan bashirah".
Mukaddimah di atas tentunya sangat terbatas dalam mencukupi dalil atas HARAMNYA demokrasi,akan tetapi menurut saya mukaddimah di atas sangat mengena akan pembahasan yang akan saya uraikan mengenai DEMOKRASI.
Sesungguhnya saya jarang menulis pada blog saya,akan tetapi kali ini bagi saya pembahasan mengenai Demokrasi ini sangatlah penting untuk kita ketahui.kerana banyak sekali orang salah kaprah dan terjerumus pada kesyirikan akibat menjunjung tinggi Demokrasi.
Sebagaimana kita ketahui bahwa demokrasi berasal dr bahasa Yunani,bukan dari bahasa Arab. Berasal dari kata demos yang berarti rakyat dan kratos yang berarti pemerintahan,kekuasaan,atau hukum. Dengan demikian secara letterleg arti demokrasi adalah pemerintahan rakyat atau kekuasaan rakyat atau hukum rakyat.
Menurut para penganutnya,ini merupakan ciri yang paling khas di dalam sistem demokrasi dan atas dasar itu pula mereka senantiasa memuja-mujanya. padahal ini adalah ciri yang paling prinsipil dalam kekafiran,kesyirikan,dan kebathilan.Ia sangat bertentangan dan berlawanan dengan dinul Islam serta millatul tauhid.
to be continued...

Minggu, 25 Januari 2009

Israel tuding Hamas yang menggunakan Fosfor Putih

TEL AVIV (Arrahmah.com) - Jurubicara militer Israel mengatakan kecelakaan yang disebabkan oleh penggunaan fosfor putih mungkin diakukan oleh Hamas setelah Menteri Luar Negeri mengakui menggunakan senjata kimia tersebut.

Setelah seminggu terjadi hingar-bingar mengenai penggunaan senjata kimia yang dimotori oleh kelompok HAM Internasional, dan kejahatan perang Israel mulai terkuak, Jurubicara pemerintah Israel, Mark Regev berupaya memindahkan tuduhan tersebut ke kubu Hamas.

"Ketika kamu memasuki sebuah pemerintahan yang totaliter, dimana rakyat menderita, bagaimana kalian tahu bahwa sebagian dari luka mereka tidak disebabkan--sebagai contoh--oleh senjata Hamas?" ujar Regev kepada Channel 4 Inggris.

Ketika presenter Channel 4 mengatakan Regev menuduh Hamas, Regev berargumentasi bahwa pemerintahan Hamas adalah pemerintahan otoriter, jadi laporan yang didapatkan dari para saksi di Gaza tidak bisa dipercaya begitu saja.

Israel sedang berada dalam keadaan terjepit, maka mereka mencari jalan untuk mencari pembenaran atas apa yang mereka lakukan.

Aksi istisyhad tewaskan 5 polisi Iraq

JARMA (Arrahmah.com) - Aksi bom syahid yang dilakukan mujahidin Daulah Islam Irak, menyerang sebuah pos Polisi di Utara Baghdad, tepatnya di Jarma, Sabtu (24/1).

Dalam serangan tersebut, 5 polisi boneka Irak tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka.

Ledakan datang hanya seminggu sebelum Irak melakukan Pemilihan Umum (Pemilu).

Pemilu di Irak, akan dilaksanakan pada 31 Januari mendatang.

Tentara Kafir Amerika Tembak Mati Suami-Istri di Irak

KIRKUK (Arrahmah.com) - Detik-detik terakhir keberadaan tentara AS di Irak, membuat mereka berulah. Beberapa hari lalu, mereka menewaskan empat bersaudara dalam penyergapan di sebuah rumah, kini, mereka menewaskan pasangan suami istri.

Tentara kafir AS menembak mati pasangan suami istri dan melukai putra mereka yang baru berusia 8 tahun dalam serangan udaranya di kota Kirkuk.

Mayor Jenderal Turhan Abdul Rahman, Wakil Komandan Kepolisian di Provinsi Kurdish, mengatakan tentara AS melakukan serangan udara dan menghantam sebuah rumah.

Militer AS berdalih, mereka saat itu tengah melakukan operasi militer untuk memerangi mujahidin Daulah Islam Irak.

"Ketika tentara AS dan tentara boneka Irak membersihkan bangunan tersebut dan memasuki salah satu ruangan di sana, mereka melihat seorang wanita terbaring di kasurnya," klaim tentara AS.

Jumat, 23 Januari 2009

Intel Mesir Interogasi Korban Gaza

GAZA (Arrahmah.com) - Sungguh keji penguasa negeri muslim ini, selain menutup perbatasan Rafah dan menghalangi bantuan yang ingin masuk Gaza (termasuk para dokter yang ingin menjadi relawan-red), kini mereka menunjukkan loyalitasnya kepada Israel dengan menginterogasi sejumlah pasien korban Gaza.

Sejumlah pasien korban luka yang di rawat di beberapa rumah sakit di Mesir memberikan kesaksian sepulangnya mereka dari negeri yang berbatasan dengan Palestina. Mereka mengatakan keamanan Mesir melakukan interogasi kepada sejumlah pasien.

Mereka (intel Mesir) menanyakan tentang keberadaan pabrik roket Palestina dan lewat mana senjata-senjata untuk kelompok pejuang Palestina diselundupkan ke Gaza.

Sementara itu, situs Aljazeera.net menyebutkan, sejumlah korban Gaza mendapatkan pemeriksaan di beberapa rumah sakit di Mesir secara ketat. Bagi yang menolak diancam tidak akan diberikan pengobatan di rumah sakit tersebut. Seperti diungkapkan sejumlah pasien yang mengatakan, orang-orang yang baru setengah sembuh diinterogasi oleh dinas keamanan Mesir. Mereka diminta menjelaskan tentang kelompok perlawanan. Mereka juga diminta untuk tidak lagi mendukung gerakan perlawanan Hamas dan gerakan lainnya.

Menurut salah seorang pasien yang dihubungi oleh al-Jazeera melalui telepon menyebutkan, pasukan keamanan Mesir meminta kepada sejumlah pasien yang ada di Mesir untuk menyampaikan pada gerakan Hamas, bahwa pemerintah Mesir tidak akan menggizinkan penyelundupan senjata ke Gaza. Mesir juga tidak akan mengizinkan Hamas membengun kembali kekuatanya di Gaza.

Sumber menambahkan, selepas mereka diobati sejumlah pasien diminta menunggu di satu ruangan. Kemudian beberapa intel Mesir mendatanginya dan menjanjikan identitas mereka akan dirahasiahkan dengan syarat ia mau bekerja sama dengan pihak intelijen. Mereka mulai menanyakan tentang perlawanan dan bagaimana mereka bisa menimbun senjata-senjata itu di Gaza.

Selain itu, mereka juga menanyakan apakah mungkin faksi-faksi perlawanan melakukan perlawanan kembali ke Israel. Mereka juga meminta informasi tentang Hamas dan para pemimpinnya.

“Awalnya mereka sangat lembut kepada kami," ungkap sumber. "Tetapi ketika kami menolak memberikan informasi, mereka mulai bertindak kasar hingga memukuli kami di tempat-tempat luka," lanjutnya.

"Mereka berkata, 'jangan dusta kamu, kamu dari gerakan Hamas atau dari brigade Al-Qossam kan?'" sumber tersebut menambahkan, mengingat kejadian saat dia diinterogasi di Mesir.

"Kamu harus berbicara, jika tidak maka kamu tidak akan diobati dan kami akan lemparkan kamu seperti anjing," tambahnya dengan nada gemetar.

Beranikah Obama Mengadili Bush?

JAKARTA (Arrahmah.com) - Barak Obama sudah resmi menjadi Presiden Amerika Serikat, sebagian masyarakat muslim berharap Obama bisa mendukung upaya terciptanya perdamaian termasuk proses perdamaian di Palestina.

Forum Umat Islam yang merupakan gabungan dari puluhan ormas-ormas Islam di Indonesia menutut Obama melaksanakan point pertama dari lima tuntutan umat hancurkan Israel (LUMAT Israel) yakni menyeret dan mengadili Ehud Olmert (PM Israel) dan Tzipi Livni (Menlu Israel).

"Harapan kami, berani tidak Obama melaksanakan tuntutan kami. Berani tidak Obama menyeret dan mengadili PM dan Menlu Israel karena mereka penjahat perang abad ini. Dan beranikah Obama menyeret George Bush sebagai penjahat perang internasional karena sudah membunuhi warga sipil hampir 1 juta orang Irak dan Afganistan," tegas Sekjen FUI M. Al-Khaththath kepada pers, di Jakarta.

Ia pun mengingatkan agar pemerintah dan umat Islam Indonesia memboikot produk Israel dan antek-anteknya, serta membatalkan pembelian senjata ke Israel, sebab jika hal dilakukan sama saja dengan memperkuat ekonomi Israel.

Khaththath menegaskan, siapa saja yang diketahui mendukung Israel harus diboikot, begitu juga siapa saja yang membeli produk Israel murni atau produk anteknya itu harus diboikot. Ia juga meminta agar pemerintah Indonesia membatalkan pembelian senjata ke Israel, karena kita khawatir kalau senjata ini bukan untuk melindungi rakyat, tapi untuk membunuhi rakyat.

"FUI menolak pembelian senjata dari Israel, tidak layak berkasih sayang, dan memberikan uang negara kita kepada zionis Israel," ujarnya.

Secara terpisah, Dubes Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi meminta kepada Obama agar tegas dalam menentukan sikap mengenai konflik di Gaza, dan memintanya belajar lebih banyak lagi tentang kondisi Timur Tengah.

Kemenangan Obama, Kemenangan Kaum Yahudi


WASHINGTON (Arrahmah.com) - Bagi Yahudi Amerika, kemenangan Barack Obama menjadi lambang kemenangan mereka.

Para Yahudi AS itu mengatakan, perjalanan hidup seorang Obama yang berasal dari keturunan imigran kulit hitam hingga berhasil mencapai kursi kepresidenan AS, mirip dengan perjuangan kaum Yahudi yang datang ke AS sebagai imigran yang mencari kehidupan yang lebih baik setelah mereka selalu menjadi kaum terusir di berbagai penjuru dunia.

Salah seorang tokoh Yahudi AS yang beranggapan seperti itu antara lain David Axelrod penasehat senior Gedung Putih dan kepala strategi kampanye Obama, yang selalu berusaha menutup-tutupi latar belakang ke-Yahudi-annya. Dalam sebuah pesta untuk Obama yang didanai sejumlah organisasi Yahudi di AS, Axelrod mengatakan, prestasi Obama merupakan satu lagi langkah maju kaum Yahudi dalam perjalanan Amerika Raya, yang sebelumnya telah dilakukan ayah dan kakek neneknya ketika mengungsi dari Bessarabia ke AS.

“Mereka datang ke AS bukan cuma untuk mencari tempat yang aman, tapi mereka juga mencari tempat yang menjanjikan dan memberikan kesempatan. Dan Amerika adalah lambangnya,” kata Axelrod.

Ia mengungkapkan harapannya, suatu saat nanti bukan hanya Obama yang bisa terpilih ke Gedung Putih, tapi anak-anak Yahudi lainnya seperti Rahm Emanuel yang ditunjuk Obama sebagai kepala staff Gedung Putih. Axelrod menyebut Emanuel sebagai “putera dari para imigran Israel.”

Axelrod mengaku sangat puas dan bangga begitu melihat hasil pemilu kemarin, dan melihat besarnya dukungan Yahudi AS pada Obama. Yang menurutnya merupakan dukungan terbesar pada Partai Demokrat dalam kurun waktu beberapa tahun ini.

Tokoh Yahudi lainnya yang memiliki pandangan sama dengan Axelrod dah ikut hadir dalam acara perayaan untuk Obama adalah aktor Bryan Greenberg. Ia mengaku hadir dalam perayaan itu untuk mengetahui lebih jauh bagaimana pemerintahan baru AS ini membina hubungan dengan komunitas Yahudi dan menanggapi isu-isu ke-Yahudi-an. Buat Greenberg, kepentingan Israel harus tetap nomor satu.

Greenberg menceritakan bagaimana nenek moyangnya berhasil lolos dari Jerman pada masa holocaust dan pengalaman perjalanannya ke Israel. Dari pengalamannya itu, Greenberg merasa betapa pentingnya bagi Yahudi memiliki satu tempat, setelah terusir dari satu tempat ke tempat lain selama ribuan tahun.

Rekan Greenberg, Debra Winger, salah satu pendukung Obama dan pendukung Yahudi mengatakan bahwa doa mereka telah dikabulkan dengan terpilihnya Obama. Bahkan Abner Mikvner, juru bicara kaum Yahudi Zionis, mantan anggota Kongres, mantan hakim federal yang juga mentor Obama berkomentar,“Obama adalah presiden Yahudi pertama“.

Tak heran, jika Barack Obama menunjukkan dukungan butanya pada Israel seperti juga presiden-presiden AS sebelumnya. Dan sama sekali tidak mengeluarkan pernyataan apapun melihat tragedi kemanusiaan di Jalur Gaza. Melihat fakta yang terang benderang ini, bisakah Obama diandalkan menjadi pemimpin AS yang membawa perubahan bagi perdamaian dunia, terutama dunia Islam?