WELCOME TO JIHAD ISLAND
Selasa, 24 November 2009
Saya adalah TERORIS, FUNDAMENTAL, RADIKAL dan FANATIK AGAMA!
mereka yg membela Mujahidin dan kaum Muslimin,,
mereka yg membela Kesucian Agama dan Kehormatan Umatnya,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG TERORIS!!
mengapa harus menjadi banci bila dicap sebagai TERORIS,, bila pasukan kuffar dgn biadab melakukan tindak keperibinatangan kpd saudara-saudara kita tanpa belas kasihan secara terang-terangan di berbagai belahan dunia,,??!!!
bila yg disebut FUNDAMENTAL adalah,
mereka yg melawan kekafiran berpikir ala liberal,,
mereka yg memusuhi antek-antek dajjal,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG FUNDAMENTAL!!
mengapa harus menjadi pengecut bila dicap sebagai FUNDAMENTAL,, kalau mereka yg idiot saja berani dgn lantang menamakan diri mereka liberal dgn topeng murahan sebagai intelektual gombal bahkan dgn kekafiran berfikirnya dgn lancang menghina ‘ulama, menghina Rosul saw yg mulia bahkan ingin merevisi Alqur-an,,??!!!
bila yg disebut RADIKAL adalah,
mereka yg berani melawan kemunkaran,,
mereka yg siap Jihad Pemikiran sampai turun di medan juang,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG RADIKAL!!
mengapa harus menjadi pecundang bila dicap sebagai RADIKAL,, kalau orang-orang idiot edan dgn congkaknya berani mencetuskan fiqh lintas agama yg terbantahkan secara mutlak dgn logika sehat apalagi dalil-dalil dlm agama,,??!!!
bila yg disebut FANATIK AGAMA adalah,
mereka yg mencintai Alqur-an dan Assunnah,,
mereka yg mencoba belajar dan mengamalkannya,,
maka, YA SAYA ADALAH SEORANG FANATIK AGAMA!!
mengapa harus terlalu takut dicap sebagai FANATIK AGAMA,, bila para pendosa dgn bangga menjalani ladang-ladang bisnis kemaksiatan yg cabangnya dimana-mana,,??!!!
maka, inilah saya,,
saya adalah seorang TERORIS, FUNDAMENTAL, RADIKAL dan FANATIK AGAMA!!
ADAKAH YANG SALAH DENGAN SAYA???
Selasa, 07 April 2009
Jangan percaya demokrasi,, belajar dari kegagalan FIS (Front Islamique de Salut)
inilah realita yg terjadi di dalam sistem demokrasi yg tdk memungkinkan Islam untuk mengatur di dalamnya. Karena asas sekularitas begitu kental dlm prinsip demokrasi. Kalaupun mreka berhasil menguasai parlemen lantas bertekad menerapkan hukum Islam,timbul pertanyaan. Kemudian hukum Islam yg bagaimana yg akan mreka terapkan?? Yang sesuai dengan kitab wa sunnah spt pd zaman Nabi dulu,atau hukum Islam yg bisa mengakomodir seluruh pemahaman yg ada pada kelompok-kelompok (partai) yg bersatu???
Sebenarnya kegagalan perjuangan Islam lewat demokrasi tidak hanya terjadi di Aljazair saja.Tengoklah partai Ikhwanul Muslimin di Yordania, partai Refah di Turki dan terakhir Hammas di Palestina. Hammas walaupun menang scara mutlak atas rivalnya Fatah, ternyata tidak mampu memerintah otoritas Palestina secara keseluruhan.Barat sendiri mengingkari kemenangan Hammas yg scara sah menempuh jalur pemilu buatan mreka. Hal ini wajar dan logis karena barat tdk mungkin merelakan kemenangan Islam,sedang Islam sendiri scara frontal bertentangan dengan sistem demokrasi dan beresiko menghancurkan sistem ini.
Suatu ketika pernah Sayyid Qutb ditemui seorang utusan dr Sudan yg mengisahkan kemenangan kaum muslimin di sana ditandai dengan tumbangnya rezim militer. Dan dimulainya babak baru penerapan syariat Islam yg mreka tempuh melalui jalur pemilu.Mendengar penuturan ikhwan Sudan ini,Sayyid Qutb berkata : “ Bahwa penegakkan syariat Islam di belahan bumi manapun sekali-kali tdak akan pernah tercapai melalui jalan ini (demokrasi), dan tidak akan tercapai melainkan melalui manhaj yg lambat,panjang selalu bertujuan pembinaan organisasi yg kuat dan bukan semata-mata tujuan puncak (khilafah).
Dimulai dari penanaman aqidah yg benar dan tarbiyah Islamiyah akhlaqiyah. Dan jalan ini yg terkesan lambat dan panjang sebenarnya adalah jalan terdekat dan tercepat di antara jalan-jalan yg lain. Inilah yg seharusnya mulai direnungkan kembali oleh para aktivis Islam negri ini yg terlanjur berkubang dalam lumpur demokrasi. Sudah benarkah jalan mereka atau ada tendensi lain yg menggelayuti pikiran mereka yg berawal dr dakwah namun berakhir dengan UPAH??? Ingatlah kita akan sebuah perkataan : “Seorang Mukmin yg cerdas dan pandai tidak akan terjatuh ke sebuah lubang yg sama dua kali”. adapun mreka yg berjuang lewat demokrasi telah JATUH BERPULUH-PULUH KALI DAN BELUM JUGA MENGAMBIL PELAJARAN DARINYA…
Wallahu Musta’an..
Minggu, 29 Maret 2009
Menggugat Demokrasi - Ulama-Ulama Yang Mulia Telah Berfatwa Tentang Disyariatkannya Pemilu!
http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-ulama-ulama-yang-mulia-telah-berfatwa-tentang-disyariatkannya-pemilu/
Jawabannya tentu tidak karena mereka adalah para ulama yang mulia. Mereka adalah ulama kita, pemimpin kita dan pemimpin dakwah yang diberkahi ini. Mereka para pelindung Islam, kami tidak mempelajari (Islam) melainkan dengan bimbingan mereka. Mereka bukan hizbiyyun, ini mustahil. Bahkan mereka senantiasa memperingatkan manusia dari bahaya hizbiyyah dan tidaklah kami selamat dari hizbiyyah kecuali dengan nasihat-nasihat mereka setelah taufiq dari Allah. Seperti Syaikh yang mulia Muhaddits negeri Yaman, Muqbil bin Hadi Al Wadi’i rahimahullah yang mengharamkan hizbiyyah. Kitab-kitab dan kaset-kaset mereka penuh dengan peringatan dari hizbiyyah. Tidak ada pada diri mereka bagi para penganut hizbiyyah sedikitpun telah untuk menegakkan dan menggolkan apa yang mereka rencanakan dan menipu dengannya kaum Muslimin. Khususnya para syabab (pemuda) yang kuat dalam berpegang dengan agamanya serta ridha dengan kebenaran.
Adapun berkenaan dengan fatwa para ulama tersebut, fatwa-fatwa mereka bersyarat dengan batasan-batasan syar’i. Di antaranya apabila maslahat yang besar dapat dicapai atau dapat menolak mafsadat yang besar dengan melakukan mafsadat yang kecil dengan tetap menjaga batasan-batasan dalam kaidah ini. Akan tetapi da’i-da’i pemilu tidaklah menjaga batasan-batasan tersebut.
Catatan :Kenapa kita dapati orang-orang hizbiyyun tidak berpegang dengan fatwa ulama- ulama mereka sendiri (ulama hizbi) yang berfatwa tentang disyariatkannya pemilu? Dan malah berpegang dengan fatwa ulama Ahlus Sunnah seperti Syaikh Al Albani, Syaikh Bin Baz, dan Ibnu Utsaimin rahimahumullah?
Jawabannya :Sesungguhnya ulama-ulama hizbiyyun di berbagai negara Muslim telah tenggelam dalam fanatik golongan (tahazzub). Sesungguhnya fanatik golongan ini adalah penyakit yang mematikan. Dengan sebab itulah kaum Muslimin tidak puas dengan fatwa mereka karena mereka seringkali mengaburkan masalah-masalah agama. Mereka memandang bahwa ulama Ahlus Sunnah sudah semestinya berhadapan dengan hizbiyyah. Begitulah di antara bentuk talbis (pengkaburan) yang mereka lakukan. Mereka memakai fatwa ulama Ahlus Sunnah tatkala mereka terdesak.
Apabila mereka merasa sudah tidak membutuhkan hal itu maka mereka pun berujar bahwa ulama Ahlus Sunnah adalah orang-orang bodoh yang tidak mengerti fiqhul waqi’ (fikih realitas) dan berbagai tuduhan lainnya. Sekadar contoh ketika Al Walid Syaikh Abdul Aziz bin Baz berfatwa dalam masalah syarat dan ketentuan mengadakan perjanjian damai dengan orang-orang yahudi maka mereka tak henti- hentinya menentang beliau. Siapakah yang mampu membungkam mereka? Siapa yang bisa membuat mereka puas? Akhirnya masing-masing mereka mengeluarkan fatwa, baik yang berilmu maupun yang tidak berilmu. Seakan-akan Syaikh bin Baz rahimahullah adalah sosok yang tidak mempunyai ilmu dan pengalaman. Maka khutbah-khutbah Jumat pun dijadikan wahana untuk membombardir fatwa tersebut.
Alhamdulillah, ulama-ulama Ahlus Sunnah Wal Jamaah senantiasa berprasangka baik dan bersabar kepada manusia. Allah Maha Mengetahui antara orang yang membuat kebaikan dan yang membuat kerusakan.
Demikian juga bila mereka konsisten dengan fatwa Syaikh Al Albani, Syaikh bin Baz dan Syaikh ibnu Utsaimin maka mereka harus menerima fatwa mereka dalam mengharamkan tahazzub (fanatik golongan), maulid Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, menyembelih untuk selain Allah dan taqlid kepada orang-orang yahudi dan nashara serta yang semisalnya dari hal-hal yang diharamkan yang mereka masih melakukannya. La haula wala quwwata illa billah.
Syarat-syarat mempergunakan kaidah “melakukan kerusakan kecil demi menangkal kerusakan yang besar”.
1. Kemaslahatan yang diharapkan memang benar adanya bukan sesuatu yang masih mengambang. Kita tidak boleh melakukan suatu kerusakan yang nyata dengan alasan untuk menarik kemaslahatan yang belum pasti. Seandainya sistem demokrasi memang menopang Islam dan syariatnya dengan sebenar-benarnya pastilah (orang-orang partai) di Mesir, Syam, Al Jazair, Pakistan, Turki atau di negeri lain di muka bumi telah sukses semenjak enam puluh tahun yang lalu.
2. Kemaslahatan yang diharapkan lebih besar daripada kerusakan yang dilakukan, itu dengan pemahaman ulama yang kokoh ilmunya. Bukan dengan pemahaman orang-orang yang tenggelam dalam fanatik hizbiyyah atau orang-orang pergerakan atau juga para pengamat partai.Orang yang mengetahui bahwa di antara kerusakan demokrasi yang banyak adalah penghapusan syariat Islam dan tidak butuh kepada para Rasul karena halal dan haram oleh mereka ditentukan dengan pendapat mayoritas bukan dengan apa yang dikabarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam.
Orang yang mengetahui bahwa di antara kerusakan demokrasi adalah melenyapkan pondasi Al Wala’ wal Bara’ karena agama, menyamarkan akidah yang gamblang demi merekrut hati dan suara serta meraup kursi parlemen. Orang yang mengetahui hal ini tidak akan mengatakan bahwa masuk ke dalam parlemen lebih ringan bahayanya bahkan yang benar adalah sebaliknya. Kalaulah kita terima bahwa itu nama saja (antara bahaya dan manfaat) maka (kaidah yang harus dipakai adalah) menolak bahaya dikedepankan daripada mengambil kemaslahatan.
3. Hendaknya tidak ada jalan untuk menggapai kemaslahatan tersebut kecuali dengan melakukan kerusakan ini. Seandainya kita mengatakan bahwa dalam perkara ini tidak ada jalan lain (kecuali dengan melakukan demokrasi) berarti kita telah menvonis manhaj Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tidak layak pakai untuk menegakkan hukum Allah di muka bumi.
Adapun orang-orang yang mengikuti kebenaran mengetahui bahwa metode demokrasi dan kehidupan multi-partai tidak menambah apa-apa kecuali hanya memperlemah saja. Karena sebab itulah musuh-musuh Islam dari kalangan yahudi, nashara dan lain-lainnya terus berupaya melestarikan berhala ini sepanjang zaman. Dan Allah Maha Mengetahui di balik semua itu.
(Dinukil dari buku: Menggugat Demokrasi dan Pemilu. Judul asli: Tanwir Azh-Zhulumat bi Kasyfi Mafasid wa Syubuhat al-Intikhabaat, Penerbit Maktabah al-Furqan, Ajman, Emirate. Sumber: www.assunnah.cjb.net)
Menggugat Demokrasi - Dengan Ikut Pemilu Berarti Memilih Bahaya Yang Paling Ringan!
http://ulamasunnah.wordpress.com/2008/06/03/menggugat-demokrasi-dengan-ikut-pemilu-berarti-memilih-bahaya-yang-paling-ringan/
Kami katakan, ikut serta dalam majlis perwakilan. Menurut kalian itulah yang paling ringan bahayanya. Mari kita lihat apa yang dimaksud dengan bahaya yang ringan menurut mereka.
Pertanyaan pertama, siapakah hakim dalam majlis perwakilan tersebut, Allah-kah ataukah manusia? Jawabannya, manusia tentu saja.
Pertanyaan kedua, apabila hukum manusia yang berkuasa di majlis perwakilan, apakah yang seperti ini tergolong syirik kecil ataukah syirik besar? Jawabannya, ini syirik besar. Kenapa syirik besar? Karena hukum Allah Azza wa Jalla diabaikan dan di sana ada orang-orang yang tidak mengakui hukum Allah akan tetapi hukum-hukum menurut mereka pada suara terbanyak. Dan telah berlalu bahwa hakim dalam majelis perwakilan adalah manusia bahkan hukum Allah Azza wa Jalla ditolak dan bisa digugat dan ini tidak diragukan lagi adalah syirik besar. Apabila ini adalah kesyirikan berupa penentangan terhadap syariat Allah lantas masih adakah dosa yang lebih besar daripada kesyirikan dan kekufuran ini? Sebagaimana Allah firmankan :“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (QS. An Nisa’ : 48)
Karena syirik adalah dosa yang paling besar maka Allah tidak mengampuni dosa pelakunya bila ia mati dalam keadaan demikian.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah ditanya : “Dosa apakah yang paling besar di sisi Allah?” Beliau menjawab : “Yaitu kamu menjadikan bagi Allah tandingan padahal Dia yang telah menciptakan kamu.” Kemudian beliau Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam ditanya lagi setelah itu maka beliau menjawab : “Kamu membunuh anakmu sendiri karena khawatir ia ikut makan bersamamu (takut melarat) … .” (Muttafaq ‘alaih dari Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhu)
Jelaslah bagi kita bahwa mereka pada beberapa kondisi telah melakukan tindak kesyirikan yang besar. Dan bukanlah bahaya yang paling ringan.Allah Azza wa Jalla telah berfirman :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin, sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.” (QS. Al Maidah : 51)
Ini adalah hukum Allah Azza wa Jalla terhadap orang-orang yang loyal kepada orang-orang yahudi dan nashara.
Allah Azza wa Jalla berfirman :“Dan sungguh Allah telah menurunkan kepada kamu di dalam Al Quran bahwa apabila kamu mendengar ayat-ayat Allah diingkari dan diperolok-olokkan (oleh orang-orang kafir) maka janganlah kamu duduk beserta mereka sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian) tentulah kamu serupa dengan mereka.” (QS. An Nisa’ : 140)Allah Ta’ala tidak mengatakan, maa ‘alaikum min syai’un (kalian tidak terkena resiko apapun) dan juga tidak mengatakan : “Kecuali partai-partai Islam, sesungguhnya hal itu disyariatkan bagi mereka.”
Kami katakan kepada mereka, apakah mereka telah bertanya kepada ulama tentang mafsadat yang mereka pilih? Sudahkah mereka menjelaskan kepada para ulama hakikat perbuatan mereka ini? Ataukah mereka menipu ulama? Kalau demikian, kaidah ini telah digunakan bukan pada tempatnya.
Memang benar bahwa sebagian perbuatan buruk boleh dilakukan untuk mewujudkan kemaslahatan yang besar seperti yang dilakukan para shahabat tatkala mereka melihat rambut kemaluan anak-anak yahudi Bani Quraizhah dengan tujuan untuk mengetahui antara yang sudah tumbuh rambutnya dan yang belum tumbuh. Jika rambutnya sudah tumbuh maka dibunuh dan jika belum maka tidak dibunuh.
Namun telah jelas bagi kita bahwa kaidah tersebut tidak diterapkan sesuai dengan hakikatnya. Inilah musibah partai-partai Islam, mereka menerapkan sesuai dengan selera hawa nafsu sendiri sehingga mereka diharamkan (dijauhkan) dari ittiba’ (mengikuti sunnah). Wa Billahit Taufiq.
Kemudian kemaslahatan besar apa yang telah mereka wujudkan?Kita telah mengetahui kejahatan yang mereka terjerumus ke dalamnya. kemudian kita penasaran dengan kemaslahatan yang mereka maksud. Karena mereka senantiasa berujar bahwa mereka akan mewujudkan kemaslahatan yang besar.Jawabannya : Nyatanya sejak enam puluh tahun yang lalu telah menjadi sesuatu yang tak terbantahkan bahwa mereka tidak mewujudkan satu pun kemaslahatan untuk Islam.
Adapun ucapan mereka bahwa mereka berkecimpung di arena pemilu dalam rangka menempuh sesuatu yang bahayanya paling ringan dan dalam rangka mendirikan negara Islam dan menerapkan syariat Islam, semua itu slogan kosong semata.
Bisakah syariat ditegakkan sementara masyarakat dalam keadaan tidak siap untuk menerimanya?Jawabannya, tidak! Perhatikanlah isi hadits riwayat Ibnu Abbas radliyallahu ‘anhu tentang kisah Hiraqlius. Tatkala Abu Sufyan memberitahukan kepadanya tentang sifat-sifat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam dan dakwahnya lantas datanglah surat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam melalui pembesar negeri Bushra. Setelah membaca surat Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam tersebut dia — Hiraqlius– mengatakan :
“Wahai sekalian rakyat Roma, apakah kalian ingin keadaan bahagia dan teratur serta kerajaan kalian stabil? Lihatlah Nabi ini.” Maka rakyatnya pun lari dengan sangat kencang namun pintu-pintu telah tertutup. Lalu Hiraqlius memanggil lagi dan mengatakan : “Saya melakukan hal itu hanya untuk mengetahui kekokohan kalian terhadap agama kalian.” Maka rakyatnya pun sujud kepadanya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)
Meski Hiraqlius adalah seorang raja yang mempunyai kekuatan dan kekuasaan, ia tidak mampu memaksa rakyatnya untuk masuk agama Islam. Begitu pula Raja Najasyi setelah masuk Islam dan turun ayat :“Dan apabila mereka mendengarkan apa yang diturunkan kepada Rasul (Muhammad) kamu melihat mata mereka mencucurkan air mata disebabkan kebenaran (Al Quran).” (QS. Al Maidah : 83)
Dan ayat-ayat lainnya, lihat kitab Shahihul Musnad min Asbabin Nuzul karya Syaikh Muqbil hafizhahullah. Tatkala beliau –Raja Najasyi– wafat tidak ada yang menshalatinya maka Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun menshalatinya.
Dia seorang raja kristen di negeri Habasyah, dia bukanlah orang yang naik ke kursi lantas menegakkan Islam. Ini menandakan pemahaman mereka yang rancu dan timbul dari tidak adanya fiqhul waqi’!!!Kami katakan kepada partai-partai Islam, pelajarilah ilmu-ilmu syar’i!
Akan tetapi mereka tidak dianugerahi kepada jalan ini maka harus diawali dengan memperbaiki masyarakat sebelum sampai ke tampuk kekuasaan. Kami katakan juga, ajarilah manusia ilmu-ilmu agama dan jangan ajari mereka tentang ambisi- ambisi akan tetapi mereka tidak pula dikaruniai kebaikan ini. Demi Allah, kami telah banyak melihat partai-partai Islam ketika menguasai sebagian departemen, mereka lebih konsisten dengan aturan dan UU (buatan manusia) daripada yang lain. Bila mereka ditanya : “Apakah Allah memerintahkan hal ini?” Mereka menjawab : “Ini adalah aturan.”
Lantas mana perubahan yang telah kalian lakukan terhadap kerusakan-kerusakan yang kalian dengung-dengungkan ke telinga manusia? Kalian telah menghabiskan segenap harta dan mengalihkan manusia dari sesuatu yang lebih bermanfaat berupa konsisten terhadap tersebarnya Sunnah dan menjauh dari bid’ah! Dan Allah Maha Kuasa atas segala urusan meski kebanyakan manusia tidak mengetahuinya.
(Dinukil dari buku: Menggugat Demokrasi dan Pemilu. Judul asli: Tanwir Azh-Zhulumat bi Kasyfi Mafasid wa Syubuhat al-Intikhabaat, Penerbit Maktabah al-Furqan, Ajman, Emirate. Sumber: www.assunnah.cjb.net)
Jumat, 27 Februari 2009
Surat Dari Gabungan Kuffarin
Surat Dari Gabungan Kuffarin
Gabungan Kuffarin (Orang-Orang Kafir) Menunjukkan Kesetiaan Mereka Kepada Setan. Semoga Allah SWT Melaknat Mereka Semua
Wahai Gordon Brown.
Sebagai teman-teman dari pemerintahan Inggris dan teguh bersekutu dalam upaya pemerintah untuk menangkap para ekstrimis di dalam dan luar negeri, kami menulis untuk menyampaikan kepeduliaan kami yang mendalam menyangkut hal yang paling mungkin untuk konflik serius yang sedang berlangsung di Gaza. Kami dengan sepenuh hati mendukung panggilan anda untuk sebuah gencetan senjata yang segera dan permanen (untuk selamanya) yang harus meliputi penghentian segera serangan udara Israel dan serangan darat, mengakhiri semua serangan roket ke Israel dan membuka semua blokade di Gaza. Hal itu terlihat tidak berat sebelah. Kami percaya Inggris, Amerika, dan sekutu-sekutu Eropa kami harus menunjukkan kepemimpinan tak kenal kompromi dalam mengembalikan upaya proses perdamaian di Timur Tengah.
Sebagaimana anda sadari, ketakutan dalam komunitas Muslim Inggris telah mencapai tingkat intensitas yang parah. Pemerintah Israel menggunakan kekuatan yang tidak seimbang untuk memerangi ancaman keamanan yang telah menghidupkan kembali kelompok-kelompok ekstrimis dan memberi kuasa pesan-pesan mereka atas kekerasan dan konflik bertahun-tahun. Bagi kaum Muslimin di Inggris dan di luar negeri, kami mengambil resiko akan potensi kehilangan kesetiaan dalam proses politik.
Kami setuju dengan statemen anda dalam program Andrew Marr di BBC (4 Januari 2009) dimana kami menyaksikan sebuah masa dengan bahaya besar. Kami harus melakukan apa yang seharusnya untuk mencegah hancurnya hubungan dengan negara-negara yang berpenduduk mayoritas Muslim dan bekerja bersama-sama untuk menjamin meluasnya kekerasan tidak akan terjadi lagi. Sebuah hubungan melintasi Samudra Atlantik yang kuat telah menjadi nilai strategis yang sangat luar biasa bagi Inggris, tapi kami kini menyakini bahwa wajib bagi kami membuat perbedaan-perbedaan kami dan pandangan-pandangan kami menjadi jelas. Kami mendesak anda untuk membuat persetujuan dan upaya-upaya yang sukses untuk menyakinkan Amerika Serikat akan bahaya-bahaya dari pendekatan yang mereka lakukan dan menjamin bahwa pemerintahan Obama mendatang akan melakukan arah yang lebih cerah. Pendukung kuat dan laporan yang semata-mata datang dari Gedung Putih adalah hal serius dan mengganggu langsung hubungan antara Inggris, Amerika Utara dan negara-negara Arab. Hal ini juga potensial merusak kepentingan negara kami.
Kami juga percaya bahwa Inggris secara bilateral dan sebagai bagian dari Uni Eropa memiliki peran penting untuk menunjukkan pada Israel bahwa kelakukan dan tindakannya telah berada diambang bahaya dan pelanggaran yang dilakukannya telah melewati batas. Kami meyakini bahwa ini adalah saat untuk menunda peningkatan hubungan Uni Eropa-Israel, hingga konflik yang kini sedang terjadi berakhir. Inggris harus membuah jelas kepada Israel, secara terbuka maupun tertutup (pertemuan tertutup) bahwa lestarinya perbaikan di wilayah-wilayah pendudukan adalah syarat mutlak bagi kelanjutan dukungan politik.
Karena pandangan mendesaknya situasi, kami lebih suka untuk menyatakan kembali kepedulian kami secara pribadi kepada anda. Ini akan memberi sebuah peluang kepada kami untuk kemudian menginformasikan jaringan nasional dan jaringan global kami tentang upaya-upaya pemerintah Inggris untuk membuat Israel bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban di bawah proses perdamaian dan menjamin kemenangan-kemenagan negoisasi yang efektif atas kekerasan di segala bidang.
Hormat Kami,
Dr. Tahir Abbas
Navid Akhtar
Paryin Ali Obe
Rokhsana Fiaz
Dr. Usama Hasan
Ed Husain
Dilwar Hussain
Aftab Ahmad Malik
Maajid Nawaz
Dr. Zahoor Qureshi
Zareena Roohi Ahmed
Asim Siddiqui
Julie Siddiqui
Zeshan Zafar
****************
Tidakkah mereka (yang muslim) mengetahui dan memperhatikan ayat-ayat Allah SWT berikut ini :“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu) ; sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS 5 : 51)
“Dan orang-orang yang beriman akan mengatakan : “Inikah orang-orang yang bersumpah sungguh-sungguh dengan nama Allah, bahwasanya mereka benar-benar berserta kamu ?” Rusak binasalah segala amal mereka, lalu mereka menjadi orang-orang yang merugi.” (QS 5 : 53)
“Hai orang-orang yang beriman, barang siapa diantara kamu murtad dari agamanya (Islam), maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang yang mu’min, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. 5 : 54)
Syekh Aiman Al Zawahiri, Kembali Ancam Obama

www.almuhajirun.net
Syekh Aiman Al Zawahiri, Hakimul Ummah sekaligus orang kedua di Al Qaeda kembali mengeluarkan statemen jihad. Kali ini beliau memperingatkan keras Obama, presiden Amerika ke-44 yang sekaligus pimpinan perang salib modern. Selain itu, beliau juga menyemangati kaum muslimin untuk berjihad ke Gaza, membantu saudara-saudara muslimnya di Palestina. Berikut pesan lengkap beliau.
Lagi, Al-Qaeda Ancam Obama Lebih Keras!
Rabu, 04 Februari 2009 13:39
KAIRO (Suara Media) – Kritik pedas terhadap Presiden AS Barack Obama kembali disampaikan salah satu tokoh kelompok pejuang Al-Qaeda. Kali ini karena Obama tidak menyertakan masalah serangan Israel di Gaza dalam pidato pelantikannya, serta memperingatkan Muslim di seluruh dunia untuk mengawasi tiap gerak gerik AS yang terbukti jelas memberikan dukungannya terhadap kerajaan Zionis dalam memerangi para pejuang Hamas.
Dalam sebuah rekaman video yang dikirimkan di internet Selasa lalu, Syekh Aiman Az Zawahri, juga mengajak Muslim untuk terus berperang di Jalur Gaza, karena perang melawan Yahudi tidak akan berhenti hingga mereka semua lenyap dari bumi.
“Sementara dia (Obama) berbicara panjang lebar tentang kekerasan terhadap warga sipil, dia tidak berkata satu kata pun mengenai apa yang terjadi di Gaza”, katanya. “Tanyalah Obama, apakah dia mengkhawatirkan penduduk sipil Gaza yang dibantai Israel dengan kejamnya? Satu-satunya yang dia khawatirkan adalah ketika kami dapat mengalahkan misil-misil dan fosfor yang mereka kirimkan untuk menghabisi warga tak bersalah di Gaza”.
Rekaman tersebut adalah kali keduanya dikirimkan al-Zawahri mengenai serangan Israel selama lebih dari tiga minggu di Gaza yang dimulai sejak 27 Desember lalu. Kelompok yang dikepalai Syekh Usamah Bin Laden tersebut sebelumnya mengirimkan pesan suara pada Januari lalu, mengajak Muslim di seluruh dunia untuk berjihad melawan Israel.
"Muslim di manapun, lawan kampanye Zionis. Serang kepentingan-kepentingannya di mana pun kalian bisa mencapainya ," cetus Zawahiri dalam pernyataan yang disampaikan melalui rekaman video dan dipantau oleh SITE Intelligence Group, perusahaan monitoring berbasis di AS.
Dikatakan Zawahiri, serangan militer Israel merupakan bagian dari kampanye negara-negara Barat yang menargetkan Islam dan umat muslim. "Yang kita hadapi saat ini adalah keterkaitan dalam rantai Zionis terhadap Islam dan muslim," cetus wakil Syekh Usamah bin Laden itu seperti dilansir AFP, Rabu (7/1/2009).
Zawahiri juga mengimbau umat muslim di Mesir untuk "mengorganisir dan berpartisipasi dalam kampanye serangan dan demonstrasi yang tidak akan berhenti sampai pengepungan saudara-saudara kita di Gaza berakhir".
“Gerbang bagi Muslim untuk memerangi Israel telah terbuka lebar!”, katanya dalam rekaman yang juga disertai gambar dirinya dan cuplikan serangan Gaza”. “Bawa perdamaian bagi Gaza…lenyapkan mereka yang telah melakukan pembantaian terhadap orang-orang tak bersalah!”.
Kelompok Al-Qaeda dikenal sebagaib salah satu kelompok pejuang yang cukup berpengaruh di Palestina, dan kelompok tersebut mengirim rekaman selama 17 menit tersebut di salah satu website Jihad.
Rekaman tersebut dibuka dengan cuplikan gambar suasana kota Gaza selama serbuan Israel. Tampak gedung-gedung dihancurkan, orang-orang yang terluka cukup parah sedang dibawa ke rumah sakit. Cuplikan berikutnya memperlihatkan Syekh Aiman al-Zawahri dengan mengenakan surban putih, gambar anak-anak Gaza yang tewas, serta gambar-gambar para pemimpin Saudi dan Mesir sedang berdii tepat di samping Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dan Pimpinan Palestina Mahmoud Abbas. Mereka berdua dikenal sebagai musuh besar pejuang Hamas.
Al-Zawahri, yang seorang Mesir, juga terlihat mencaci para pemegang hukum Arab karena telah menolak untuk membuka jalur menuju Gaza serta memberikan bantuan kemanusiaan terhadap rakyatnya yang tengah merasakan siksa dunia.
“Siapapun yang mendukung pengepungan Gaza adalah musuh kami”.
Dia mengajak umat Muslim agar tidak hanya berunjuk rasa, namun bertindak dengan menyerang AS dan Israel Zionis.
“Kelemahan Israel dan AS tidak hanya berada di satu tempat saja. Jika serangan kami tidak berhasil di satu tempat, maka kita akan menyerang ditempat lainnya. Dan ketika mereka sedang membentengi kelemahan mereka di satu tempat, maka kelemahan lainnya sedang terbuka lebar”, tutupnya.
Kamis, 12 Februari 2009
Jaring Pemilih Pemula, PKS Rayakan Valentine
DEPOK - Tampaknya tidak mudah menjaring pemilih pemula atau pemilih usia remaja untuk memberikan suaranya dalam pemilu mendatang.
Hal tersebut juga dirasakan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). PKS mengaku belum menemukan cara jitu untuk menggaet suara anak muda yang sangat potensial untuk memenangkan pemilu.
Tapi PKS tak kehabisan akal. Momen hari kasih sayang atau Hari Valentine pada 14 Februari mendatang diam-diam menjadi incaran PKS untuk mencuri perhatian anak muda, khususnya di wilayah Depok, Jawa Barat.
“Karena itu pada momen Valentine, PKS akan memanfaatkan untuk membagikan hadiah yang identik dengan Valentine seperti cokelat yang diselipkan stiker caleg, bunga yang ada lambang nomor 8. Setiap kader khusus mendatangi para remaja,” ujar Ketua DPD PKS Depok Mujtahid Rahman Yadi, Minggu (8/2/2009).
Dalam program Ketok Sejuta Pintu rumah yang diluncurkan PKS, para kader pun mengaku kesulitan untuk melakukan sosialisasi kepada anggota keluarga yang masih tergolong pemilih pemula.
“Yang paling susah memperkenalkan (PKS) ke anggota keluarga karena berbeda pilihannya. Apalagi mendekati pemilih pemula atau remaja, dan sampai sekarang kami belum menentukan formula untuk remaja,” pungkasnya.
Baca Juga:
MUI: Valentine Ala PKS, Ibadah yang Tidak Tepat
http://pemilu.okezone.com/read/2009/02/09/267/190717/mui-valentine-ala-pks-ibadah-yang-tidak-tepat
Kampanye PKS Saat Valentine Terlalu Berani
http://pemilu.okezone.com/read/2009/02/09/267/190715/kampanye-pks-saat-valentine-terlalu-berani
PKS: Valentine Day Hanya Momentum Jaring Pemilih
http://pemilu.okezone.com/read/2009/02/09/267/190712/pks-valentine-day-hanya-momentum-jaring-pemilih
Hasbunallah, wani’mal wakiil....